Category: linux


Pertama sebelum kita membuat DNS slave , hendaknya anda terlebih dahulu mempersiapkan peralatannya seperti , pc (computer), dvd opensuse 11.3 Setelah itu masukkan cd ke dalam dvd room anda kemudian restart lah pc (computer) anda. Kemudian akan muncul seperti berikut .

clip_image002(gambar 01).

Kemudian tekan f3 lalu ganti menjadi text mode , setelah diganti tekan enter pada installation.

clip_image004(gambar 02)

Baca lebih lanjut

Iklan

TOKO LINUX ONLINE!

Oleh: risal

tentang DistroLinux .. ( http://distro.bukabuku.org )

DistroLinux dibuat sebagai bagian dari http://www.bukabuku.org yang bertujuan untuk memasyarakatkan penggunaan Linux dan sistem operasi bebas lainnya di Yogyakarta dan mungkin juga di Indonesia.

Alih teknologi sangat diperlukan dewasa ini, oleh karena itu kami memandang peranti lunak bebas khususnya sistem operasi bebas dapat dijadikan sarana pembelajaran bagi generasi muda, agar tidak tergantung pada sistem dan perangkat lunak yang tidak memungkinkan bagi kita mempelajari teknologi yang ada didalamnya.

Untuk saat ini, kami baru berkonsentrasi pada proses pemasyarakatan software open-source, free software, konsultan dalam proses migrasi ke free dan open-source software. Rencana kedepan dan segera direalisasikan adalah menambahkan software aplikasi bisnis dan pendidikan berbasis open-source dan free software yang dapat digunakan untuk menunjang keberlangsungan sistem setelah dilaksanakannya migrasi.

Sebagai bentuk kontribusi kami terhadap perkembangan dunia open-source dan free software, maka setiap transaksi pembelian yang anda lakukan akan kami sisihkan 10% untuk dikumpulkan dan diserahkan kepada komunitas pengembang GNU/Linux sebagai upaya melestarikan keberadaan peranti lunak bebas di Indoensia.

Gunakanlah perangkat lunak bebas sekarang juga demi kemajuan bangsa!

apa itu slackware

Slackware, dimulai oleh Patrick Volkerding pada akhir 1992, dan dirilis kepada dunia pada 17 Juli, 1993, adalah distribusi Linux pertama yang digunakan secara luas. Volkerding pertama mempelajari Linux ketika dia membutuhkan interpreter LISP yang tidak mahal untuk sebuah proyek. Satu diantara sedikit distribusi yang ada saat itu adalah SLS Linux dari Soft Landing Systems. Volkerding menggunakan SLS Linux, memperbaiki kesalahan ketika ia menemukannya. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk menggabungkan semua perbaikan ini pada distribusi pribadinya yang dapat digunakan oleh dirinya dan juga temannya. Distribusi privat ini dengan cepat mendapatkan popularitas, sehingga Volkerding memutuskan untuk memberinya nama Slackware dan membuatnya tersedia untuk publik. Bersamaan dengan itu, Patrick menambahkan beberapa hal baru pada Slackware; sebuah program installasi yang berbasis pada sistem menu, begitu juga dengan konsep sebuah manajemen paket, yang mengijinkan pengguna untuk menambahkan, menghapus, atau mengupgrade paket perangkat lunak pada sistemnya dengan mudah.

Terdapat banyak alasan kenapa Slackware adalah distribusi Linux yang paling tua yang masih hidup. Ia tidak mencoba mengemulasi Windows, ia mencoba untuk menjadi seperti Unix sebisa mungkin. Ia tidak mencoba untuk mencakup semua proses dengan indah, GUI (Graphical User Interfaces) tunjuk dan klik. Ia memposisikan pengguna sebagai pengendali dengan mengijinkan mereka melihat secara langsung apa yang terjadi. Proses pengembangannya tidak terburu-buru untuk memenuhi waktu deadline-setiap versi muncul ketika ia sudah siap.

Slackware ditujukan untuk orang yang menikmati belajar dan meningkatkan sistem mereka untuk melakukan sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Stabilitas dan kesederhanaan Slackware adalah alasan kenapa orang akan tetap menggunakannya di masa depan. Slackware saat ini menikmati reputasinya sebagai sebuah server yang solid dan workstation yang masuk akal. Anda bisa menemukan desktop Slackware menjalankan sembarang window manager ataupun lingkungan desktop, atau tidak sama sekali. Server Slackware bertindak pada setiap kapasitas yang dapat digunakan oleh sebuah server. Pengguna Slackware adalah salah satu pengguna Linux yang paling puas