Guus Hiddink (ndtv) 

Jakarta – Indonesia masih belum bisa menghasilkan tim sepakbola berkualitas. Kalau seorang Guus Hiddink bisa menyulapnya, pelatih top asal Belanda itu akan coba diupayakan digaet. Oleh siapa? Jusuf Kalla. Kuat bayar?

Wapres RI itu mengaku sudah memesan pada dubes Indonesia di Moskow untuk mencari tahu apakah dia bisa bertemu dengan Hiddink untuk menjajaki kemungkinan dia melatih tim nasional Indonesia.

“Saya sudah bicara dengan dubes kita di Moskow, coba cek waktunya. Kalau ada waktu, nanti kita coba. Tolong ditanyakan,” JK mengawali pernyataannya, saat bertemu wartawan usai salat Jumat di Istana Wapres Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/2/2009).

“Nanti kita transfer (Hiddink), dan saya akan bicara dengan manajernya di Moskow. Mereka telah menjanjikan akan bicara dengan dia awal Maret ini,” sambung Wapres yang juga ketua umum Partai Golkar itu.

Wartawan lalu mengingatkan JK bahwa saat ini Hiddink juga melatih Chelsea selain menukangi timnas Rusia. Ia menjawab, rencana menggaet mantan pembesut PSV, Valencia, Real Madrid, Korea Selatan, dan Australia itu untuk jangka panjang.

“Ini ‘kan masih 13 tahun lagi (terkait pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022–Red). Chelsea hanya setahun kontrak dia. Komisi di Rusia akan atur pembicaraan informal (dengan dia),” tukas JK, yang dalam waktu dekat ini dijadwalkan melakukan kunjungan dinas ke Rusia itu.itu.

Untuk diketahui, Hiddink kabarnya digaji 1,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 24 miliar hanya untuk bekerja selama tiga bulan di Chelsea, di luar bonus dan lain-lain. Artinya, rata-rata per bulan ia dibayar Rp 8 miliar.

Iklan